Tampilkan postingan dengan label PDAM Tirta Agara Kutacane. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PDAM Tirta Agara Kutacane. Tampilkan semua postingan

Rabu, Oktober 14, 2009

Mayoritas Pelanggan PDAM Agara Tunggak Iuran

14 October 2009, 08:23 Nanggroe Administrator
KUTACANE – Sekitar 80 persen pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Agara dari tujuh kecamatan dalam Kabupaten Agara, menunggak. Tunggakan rekening air bersih mencapai Rp 600 juta dan tunggakan itu rata-rata dari tiga bulan hingga bertahun-tahun. Direktur PDAM Tirta Aceh Tenggara, Ir Rahmad Desky, kepada Serambi, Selasa (13/10) mengatakan, sekitar 80 persen dari 5000 pelanggan seluruhnya di tujuh kecamatan menunggak pembayaran rekening air bersih PDAM. Kondisi ini menunjukan kesadaran mereka sangat kurang dalam membayar kewajibannya setiap bulannya. Padahal ini, untuk operasional dalam meningkatkan pelayanan.

Ia menyinggung, tahun 2010, pihak PDAM Tirta Agara, akan mensuplai air bersih berstandar kepada para pelanggan. Selama ini, katanya, air yang disuplai PDAM Tirta Agara sering mati dan terkadang air tersebut berlumpur dan jorok. Hal ini, menurutnya, karena sistem suplai air bersih dari PDAM tidak memiliki saringan sehingga air langsung masuk ke pipa para pelanggan dengan kondisi yang tak terjamin.

Ditambahkan, PDAM Tirta Agara tahun 2010 berencana akan memindahkan induk penampungan air di Lawe Kinga yang akan menghabiskan dana sebesar Rp 5 Miliar lebih dari Otsus Kabupaten dan mereka juga berupaya membenahi pipa-pipa PDAM yang bocor di beberapa titik. Terkait hal itu, Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Sipil (FKMS) Agara, Faisal Kandrin Dube SSos, mengatakan, selama ini pelayanan PDAM Tirta Agara sangat buruk. Dikatakan, suplai air bersih yang disuplai tak layak dikomsumsi, apalagi pada saat musim penghujan. FKMS Agara meminta, pemerintah daerah secepatnya untuk membenahi PDAM karena air merupakan kebutuhan orang banyak.(as)

Minggu, September 06, 2009

Suplai Air PDAM Tirta Mati

Direktur PDAM Agara: Sedang Ada Perbaikan

6 September 2009, 09:28 Nanggroe Administrator

KUTACANE - Sejak dua hari terakhir, suplai air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Agara di Kecamatan Babussalam, macet total. Akibatnya, warga terpaksa membeli air bersih untuk dikomsumsi serta untuk berbagai kebutuhan dengan harga mahal. “Sejak dua hari ini suplai air bersih yang disuplai PDAM mati “ ujar Zulfikri, seorang pelanggan PDAM Tirta Agara, Warga Desa Pulonas, Kecamatan Babussalam, kepada Serambi, Sabtu (5/9).

Dikatakan, saat ini mereka terpaksa membeli air bersih, karena air yang disuplai PDAM Tirta Agara tak optimal. Mereka tidak tahu penyebabnya, kenapa air mati, apalagi saat ini bulan ramadhan, mereka sangat membutuhkan air untuk berbagai kebutuhan khususnya sholat. Ia juga, menyinggung setiap musim penghujan, suplai air PDAM jorok dan berlumpur, karena air tersebut dispulai tanpa memakai sairingan, sehingga kondisi air tak berkaulitas juga tersuplai. Atas nama pelanggan di Agara, pihaknya, meminta kepada PDAM Tirta Agara, agar meningkatkan pelayanan, apalagi saat ini masyarakat sangat membutuhkan air bersih di bulan suci Ramadhan. Menurutnya, kalau seandainya, pemerintah daerah serius membenahi PDAM Tirta Agara, mungkin, kita akan mendapatkan air bersih yang berkualitas dan PAD akan meningkat.

Terkait hal itu, Direktur PDAM Tirta Agara, Ir Rahmad Desky, kepada Serambi, Sabtu (5/9) membenarkan dua hari ini suplai air macet karena sedang ada pengerjaan. Soal suplai air berlumpur dan jorok, dia menjawab, karena suplai air PDAM Tirta Agara tidak memakai jaringan sehingga air jorok apalagi musim penghujan. Pihaknya, berupaya membenahi hal tersebut dan akan meningkatkan pelayananan air bersih.

Calang
Sementara itu, Kepala Badan Layanan Umum Daerah Sistem Pengelolaan Air Minum (BLUD SPAM) Trita Mon Mata, Aceh Jaya, Ir Syamsul Bahri mengungkapkan belum meratanya suplai air bersih kepada pelanggan disebabkan masih terkendala jaringan yang sampai sekarang masih dalam perampungan. “Jaringan itu kini tinggal dilakukan uji dan baru akan diserahterimakan,” jelas Syamsul, Sabtu (5/9).

Menjawab Serambi, Syamsul menegaskan, jaringan pipa yang dipasang dilakukan oleh Amcros (Palang Merah Amerika). Dan dari koordinasi bahwa jaringan ini akan rampung pada September ini dan baru dapat digunakan sehingga baru dapat dialiri air bersih kepada pelanggan di Calang.

Ia menambahkan, jumlah pelanggan yang akan tertampung untuk suplai air melalui BLUD SPAM Tirta Mon Mata sebanyak 2.000 pelanggan, dan sejauh ini sudah terpasang oleh Amcros sebanyak 1.500 pelanggan. “Memang sejauh ini suplai air masih terbatas dan bila jaringan baru itu sudah diserahkan, suplai air akan lebih banyak pelanggannya,” jelasnya seraya berharap masyarakat untuk mendaftarkan diri menjadi pelanggan BLUD SPAM Tirta Mon Mata.(as/riz)

Selasa, April 28, 2009

Pasien RSU Sahuddin Kelabakan

Suplai Air PDAM Mati

28 April 2009, 08:47 Nanggroe Administrator

KUTACANE – Krisis air bersih di RSU Sahuddin Kutacane, Aceh Tenggara sejak Minggu (26/4) telah membuat keluarga pasien kelabakan. Mereka kesusahan dan harus mendatangi rumah warga guna mendapatkan air untuk mandi dan mencuci. Kondisi ini terjadi akibat suplai air bersih dari PDAM Agara mati total.

Wahyuddin alias Wen (32) ayah seorang pasien, warga Desa Lawe Loning, Kecamatan Lawe Sigala-gala, kepada Serambi, Senin (27/4) mengatakan, air bersih dari PDAM Agara di RSU Sahuddin mati total. Akibat dari hal ini, WC di ruang anak tak berfungsi sehingga menimbulkan aroma tak sedap. “Karena tidak ada air, kami terpaksa keliling mencai air bersih dan menumpang di rumah warga.”

Selain krisis air, ia mengakui anak lelakinya berumur setahun di rawat di ruang Mawar yang tidak memakai bantal dan sepre. Mengatasi hal ini, mereka terpaksa menggunakan kain sendiri untuk dijadikan sepre dan bantal. Persoalan lain fasilitas untuk peserta Jamkesmas sangat memprihatinkan bila dibandingkan pasien lain.

Hal yang sangat memberatkan ujar Wahyuddin, mereka harus mengeluarkan biaya untuk membeli obat. “Kalau seperti ini tidak ada berobat gratis bagi masyarakat miskin,” katanya. Mereka minta Bupati Aceh Tenggara, Ir H Hasanuddin B MM, memperhatikan peserta Jamkesmas dan memberikan pengobatan gratis, dan meningkatkan fasilitas kesehatan. Terkait hal ini, Kepala RSU Sahuddin Kutacane, Aceh Tenggara, drg Agus Pramono, kepada Serambi, Senin (27/4) mengatakan, pasien dan keluarga pasien kesulitan mendapatkan air bersih di daerah itu karena suplai air dari PDAM Agara mati dan pipa yang digunakan untuk menyuplai air ke RSU itu sangat kecil ukurannya. Akibat dari hal ini mereka terpaksa menggunakan pompa mesin untuk mensuplai air di rumah sakit tersebut.

Dikatakan, untuk tahun 2009, ini mereka akan merehab pipa yang lama itu dengan alokasi dana sebesar Rp 140 juta untuk panjang pipa 400 meter. Ditanya WC atau kamar mandi rusak di ruang anak Jamkesmas, dia menjawab pihaknya akan memperbaiki WC tersebut dan pasti tak ada kendala. Ditanya tentang pasien tidur tak memakai bantal dan sepre, dia menjawab, saat ini mereka kekurangan bantal dan sepre karena yang ada sebanyak 30 set telah mereka gunakan. Dalam waktu dekat kekurangan itu akan menyusul. Ditanyai tentang pasien Jamkesmas membeli obat, dia menjawab, tahun 2009 ini ada 500 item jenis obat yang gratis pada mereka, sedangkan yang lain harus dibeli. Hal ini telah mereka lapor pada bupati dan saat ini menunggu bupati pulang dari luar daerah.

Krisis air
Sementara menyangkut krisis air di rumah sakit, Pj Kepala Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Agara, Erbab, mengatakan, air mati karena sumbernya kurang. Kondisi terjadi sedang dicari solusi penyelesaian. “Rencanannya hari ini suplai air bersih di daerah itu sudah mengalir seperti biasa,” ujarnya.(as)